MEPRANI
Tata Cara dan Pelaksanaan
Om Swastyastu
Disclaimer: penulis bukanlah pemuka agama dan hanya salah satu masyarakat Bali biasa. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis, terima kasih dan selamat membaca.
Meprani merupakan wujud rasa syukur yang dilaksanakan sehari sebelum hari raya Nyepi. penyelenggaraanya bisa saja tidak sama persis pada setiap daerah. Adapun penyelenggaraan meprani di daerah penulis yang terletak di sebuah desa di Gianyar yaitu sebagai berikut.
Di pagi hari sekitar pukul 08.00-an atau ketika sudah terdengar bunyi kulkul, warga mulai berdatangan dengan membawa banten ke lokasi meprani. Contoh banten dapat dilihat pada gambar berikut.
Sesampainya di lokasi meprani, banten diletakkan di tempat yang telah disediakan. Tata cara meletakkan banten dapat di lihat pada gambar berikut.
Kemudian, kita hanya perlu menunggu. Jika sudah ada instrukti untuk menghidupkan dupa, maka kita bisa langsung menghidupkan dupa yang diletakkan pada banten kita. Selanjutnya kita bisa kembali menunggu. Semakin lama akan semakin banyak warga yang berdatangan, seperti pada gambar di bawah ini.
Jika mangku sudah rauh, pertanda upacara akan segera di mulai. Ketika upacara sudah akan dimulai, pastikan tutup bantennya sudah kita buka seperti gambar diatas. Di tengah upacara, akan ada ngayab banten bersama-sama sesuai instruksi yang diberikan. Setelah upacara selesai maka semua canang dan kepet-kepetannya di haturkan di depan banten kemudian ditinggalkan dan tidak ikut dibawa pulang. yang dibawa pulang hanya bantennya saja. Contoh cara meletakkan canang dan kepet-kepetnya dapat dilihat pada gambar berikut.
Sekian pelaksanaan meprani di daerah penulis, terima kasih sudah membaca semoga bermanfaat.
Om Shanti Shanti Shanti Om.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar