ADA APA DENGAN SISTEM RUMAH SAKIT
TERTANGGAL 17 OKTOBER 2022
Tidak jarang pasien di beri rujukan kerumah sakit A kemudian B kemudian C bahkan lebih. di rumah sakit A ia harus menunggu seminggu untuk dideteksi, begitupula di rumah sakit B, kemudian hal yang sama terjadi di rumah sakit C, ia juga harus menunggu seminggu untuk diperiksa, belum menunggu hasil lab yang katanya keluar seminggu namun kenyataannya harus menunggu 2 minggu.
Betapa menyiksanya menunggu kabar 2 minggu disaat pasien sedang sakit, betapa was-was hati dan pikiran menunggu hasil lab 2 minggu. Kenapa begitu lama? Apakah karena memang lama prosesnya? Atau apakah karena hanya pengguna bpjs?
Pikiran ini bergulat dengan berbagai pertanyaan. Kalau dipikir2 mungkin sudah ada 2 bulanan belum ada kejelasan. Tidak dipungkiri memang sudah mulai ada kejelasan, tapi tetap belum. Iya memang harus berhati-hati memberi keputusan, tapi kalau bisa cepat dan berhati-hati kan alangkah bagusnya?
Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyalahkan siapa-siapa, hanya bertanya dan berharap akan ada kemajuan dalam sistem rumah sakit kita di Indonesia.
Di luar negeri, masyarakatnya wajib memiliki asuransi. Asuransi ini tidak memiliki kelas sehingga pelayanannya sama pada setiap orang. Mengingat wajibnya asuransi ini jadi sudah pasti pelayanan akan menjadi lebih merata. Asuransi berasal dari pajak yang dibayar warga. Alangkah bergunanya jika pajak digunakan untuk membiayai asuransi kesehatan warga sehingga asuransi ini menjadi hal yang wajib bukan hanya di kalangan pekerja/yang membutuhkan.
Aku mungkin tidak sempurna, setidaknya aku berharap kemajuan melalui pendapat dangkal ini, semoga dunia lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar