PROSESI RAHINAN DI SANGGAH
Rahinan sanggah dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, terkadang disertai caru terkadang tidak. Kali ini mimin akan berbagi potret-potret rahinan sanggah di salah satu tempat di Bali. Check it out.
Pertama pastikan sebelum kamu rahinan apakah nyame2 (saudara jauh) kamu rahinan juga dalam waktu dekat apa tidak. Hal ini berguna bagi kamu untuk mengatur waktu, seberapa kali harus mengambil cuti.
Selanjutnya, masih sebelum hari-H, ibu2 umumnya ngaryanin/membuat banten di hari minggu (bisa hari lain). Kita bisa persiapkan minum, jajan, dan nasi untuk para pengayah. Jangan lupa pastikan hal-hal kecil seperti canang sudah siap sebelum pengayah datang di hari minggu ya. Dengan begitu, banten akan lebih cepat selesai terutamanya banten2 besar. Kenapa harus cepat? Ya betul, karena umumnya pengayah hanya ngayah sampai jam 12 an. Oh iya pastikan juga ya apakah ada rahinan dina di dekat rahinan sanggah apa tidak, karena umumnya H-1 rahinan sanggah itu adalah rahinan dina kajeng kliwon. Jadi persiapkan juga bantennya ya.
Nah kemudian, H-1 sebelum rahinan, kita biasanya ngelawar dan ngunggah2 (meletakkan) banten di dugul2 dan piyasan. Usahakan selesai hari itu langsung ya karena biar hari-H tidak kelabakan. Jangan lupa mebanten rahinan dina sebelum petang.
Pada saat ngelawar, kita biasanya menghaturkan banten saiban, bakaran, dan banten penyemeng. Setelahnya kita menghaturkan banten rahinan dina kajeng kliwon. Nah sisa hari itu gunakan untuk ngunggah banten rahinan sanggah dan memastikan segala persiapan untuk hari-H siap.
Di hari H, sebelum giliran rumah kita mendapatkan mangku. Maka ada baiknya kita ngayah di rumah nyame kita utamanya di sanggah gede.
Nah tiba giliran kita mendapatkan mangku, pertama hidupkan dulu dupa2 di semua banten. Kemudian ikuti instruksi mangku seperti ngayab, mebanten segehan, mebanten banten pesu2/hatur2/alit, ajengan di tempat2 tertentu, muspa/mebakti, dan lain-lain. Di akhir makan bersama nyama2. selesai.
Dokumentasi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar